Kayu Kelas 1 - Kayu memiliki sangat banyak spesies, apalagi Indonesia menjadi habitat subur dari berbagai macam kayu. Akan tetapi 85% jenis kayu Indonesia termasuk dalam golongan kayu berkaualitas rendah berdasarkan tingkat awetnya.
Jadi, untuk menemukan kayu kelas 1 dalam tingkat awet di indonesia tidaklah mudah.
Pemilihan jenis kayu tentu sangatlah penting untuk fungsi olahan yang akan dibuat, salah satunya adalah lantai kayu. Keawetan menjadi faktor penting, dalam hal ini tingkat awet menjadi penentu kualitas produk tersebut.
Daftar Kayu Kelas 1 Berdasarkan Tingkat Keawetan
Berikut kami berikan jenis kayu dengan tingkat awet kelas 1 untuk anda pilih sebagai bahan material olahan furnitur maupun kontruksi:
1.Kayu Jati (Tectona grandis)
Siapa yang tak mengenal jenis kayu satu ini, jati menjadi kayu pertama dalam tingkat keawetan kayu kelas 1. Namun perlu diperhatikan bahwa urutan kayu disini bukan berarti menurut kualitas yang dimilikinya.
Kayu dari pulau jawa ini memang sangat populer di seluruh daerah Indonesia bahkan sampai luar negri. Material yang dapat membuat semua hal terlihat mewah ini disukai banyak orang.

Bisa dibilang kayu jati ini merupakan kayu yang sempurna untuk semua kebutuhan furnitur, mebel, hingga kontruksi. Kayu jati memiliki tampilan yang cantik dengan serat yang indah.
Selain itu, kayu jati dapat dengan mudah diolah dan dibentuk menjadi semua produk yang diinginkan. Meski hanya memiliki tingkat kuat pada kelas 2, kayu jati tetap berkualitas dan sangat direkomendasikan untuk produk furnitur.
Baca Juga: Daftar Produk Parket Kayu Jati, Lengkap Dengan Harga 2022
2. Kayu Resak (Cotylelobium flavum)
Kayu resak merupakan kayu dari Kalimantan Barat yang tergolong dalam tingkat awet kayu kelas 1.
Kayu resak memiliki bobot sedang hingga berat, pada bagian teras atau lingkar dalam memiliki warna merah keclokatan dengan sedikit corak kehijauan.
Kayu dari Kalimantan ini memiliki tampilan polar serat kayu yang lurus, dengan densitas kayu pada MC 15% adalah 490-1155(-1220) kg/m3.
Resak merupakan tanaman yang memiliki sangat banyak spesies, dan salah satu spesies terbaik dalam segi keawetannya adalah V.cuspidate yang mampu bertahan hingga 14 tahun.
Perlu anda ketahui, tidak semua spesies kayu resak memiliki daya tahan yang baik, bahkan ada banyak spesies yang tidak tahan hama sama sekali. Jadi penting untuk memilahnya dalam menentukan jenis kayu terbaik.
3. Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri)
Kayu ulin merupakan salah satu jenis tanaman yang terkenal dari hutan Kalimantan Timur dengan ciri khasnya yang keras dan kuat, warna gelap dan tahan dari air laut.
Hebatnya, selain memiliki tingkat awet kayu kelas 1, kayu ulin juga memiliki tingkat kuat kayu kelas 1, dengan berat jenis 1,04. Maka tak jarang kayu ini menjadi pilihan terbaik untuk lantai outdoor.
Kayu ulin juga mendapat sebutan kayu besi, hal tersebut memang didasari pada kekuatan dan kerasnya kayu tersebut. Dalam daerah lain kayu ulin diberi nama bulian, onglen (Sumatera Selatan), belian, telian, tabulin, tulian & ulin (Kalimantan).

Dengan karakteristiknya tersebut membuat kayu ulin tahan terhadap serangan rayap bahkan serangga penggerek batang. Selain itu, kayu ini juga tahan terhdapat kelembapan dan suhu ekstrim, bahkan terhadap air laut.
Kayu ulin banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk dijadikan sebagai kontruksi jembatan, kapal laut, hingga dermaga. Dalam bidang furnitur, kayu ulin banyak ditemukan sebagai produk decking kayu outdoor.
4. Kayu Pelawan Merah (Tristania maingayi)
Jenis kayu satu ini jang diketehui oleh banyak orang, padahal memiliki kualitas cukup baik dan terbukti tergolong dalam tingkat awet kayu kelas 1.
Sesuai dengan namanya, palawan memiliki keunikan pada bagian warnanya, seluruh bagian pohonnya dari batang, akar hingga ujung rantingnya berwarna merah. Warna merah tersebut akan terlihat jelas ketika batangnya mulai terkelupas.
Secara umum, kayu pelawan merah ini dapat tumbuh pada tanah dengan dataran rendah hingga hutang pegunungan dibawah 1300 meter, seringkali ditemukan sepanjang sungai atau bahkan daerah pantai.
Dalam beberapa informasi yang telah kami dapat, kayu pelawan ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional dan dipercaya dapat mencegah kehamilan, koreng, luka bakar, serta gatal karena alergi.
5. Kayu Kandole (Diploknema oligomera)
Kayu kandole termasuk dalam tanaman kayu komersial dengan tingkat awet kayu kelas 1, sekelas dengan kayu lainnya diatas.
Sangat disayangkan bawha kandole termasuk dalam 200 tumbuhan langka yang ada di Indonesia. Status langka ini lambat lain akan menjadi punah apabila tidak ada upaya untuk melestarikannya.
Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Jamur Pada Furnitur Kayu
Kayu kandole ini tergolong dalam keluarga sawo-sawoan (Sapotaceae) yang biasanya dimanfaatkan sebagai pohon peneduh hingga bahan bangunan.
Dengan tingkat awetnya tersebut, kayu kandole berpotensi bagus dalam produksi furnitur. Namun kembali disayangkan kalau kayu ini memiliki status langka, dan takbisa sembarang orang mengolahnya.
6. Kayu Bengkirai / Balau Kuning
Kayu bengkirai seringkali disebut dengan nama Yellow Balau atau balau kuining. Jenis kayu satu ini dapat ditemukan pada kawasan hutan tropis seperti di Kalimantan.
Bengkirai dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan diameternya yang dapat mencapai 120 cm.

Karakter kayu bengkirai yaitu pada dengan warna khasnya yaitu kuning keclokatan, kayu ini dapat kering dalam waktu dari 12 hari sampai 1 bulan pada suhu normal untuk kemudian diolah menjadi berbagai kebutuhan.
Menurut informasi yang telah didapatkan, kayu bengkirai termasuk dalam jenis kayu awet kelas I, II dan III bergantung pada umurnya.
Kayu bengkirai memiliki ketahanan yang baik, bahkan pada cuaca ekstrim sekalipun. Hal tersebut membuatnya diandalkan untuk keperluan kontruksi berat seperti jembatan, rel kereta, hingga kapal laut.
Baca Juga: Mengenal Bengkirai, Material Lantai Kayu Decking Berkualitas!
Kelas awet mungkin dapat menjadi penentu kualitas dari kayu tersebut, namun tidak semua kayu dengan kelas awet tinggi memiliki kualitas yang mungkin anda harapkan.
Contohnya ada beberapa kayu awet kelas 1 namun susah untuk diolah.
Itulah beberapa informasi mengenai kayu kelas 1 berdasarkan tingkat awet, semoga dapat menjadi wawasan baru.
Untuk anda yang membutuhkan informasi mengenai lantai kayu ataupun jasa pasang, silahkan hubungi kami disini 0811-240-377
