Kayu merupakan material yang sangat populer dari jaman dulu sampai sekarang, setiap jenisnya memiliki kualitas yang berbeda, dan untuk mengetahui kualitas kayu tersebut salah satunya adalah dengan mengukur tingkat kekerasan kayu atau densitas kayu.
Tingkat kekerasan kayu menjadi suata poin penting untuk dijadikan pertimbangan anda sebelum memilih jenis kayu mana yang akan digunakan, karena setiap densitas kayu dari jenis kayu mempengaruhi tingkat kualitas seperti keawetan dan daya tahannya.
Baca Juga: 8 Jenis Kayu Indonesia dengan Daerah Penghasilnya
Namun sayangnya, informasi mengenai tingkat kekerasan kayu ini sangatlah jarang, bahkan sulit difahami oleh masyarakat umum. Dan biasanya hanya produsen kayu yang dapat mengukur densitas kayu dari setiap jenis kayu.
Akan tetapi sekarang anda dapat dengan mudah menentukan tingkat kekerasan kayu dengan berbagai cara untuk menentukan seberapa keras kayu tersebut.
Cara menghitung densitas kayu

Untuk mengetahui nilai kekerasan kayu atau densitasnya adalah dengan cara membagi antara berat dengan volume kayu tersebut dan akan menghasilkan nilai densitas kayu.
Masih bingung dengan penjelasan tersebut? Berikut ini kami berikan contoh penghitungannya:
- Ukuran kayu yaitu 500 x 80 x 25 mm = 0.001 m3
- Berat Kayu = 0.6 kg
- Maka densitas = 0.6/0.001 = 600 kg/m3
Sangat mudah bukan?
Tabel jenis kayu dengan tingkat kerasnya
Berikut kami berikan daftar 21 jenis kayu dengan level kekerasan kayu tersebut untuk menjadi bahan perbandingan anda dalam menentukan jenis kayu mana yang akan dipergunakan.
| No. | Jenis Kayu | Densitas Kayu |
|---|---|---|
| 1 | Zebrawood | 890 kg/m³ |
| 2 | Whitewood, European | 470 kg/m³ |
| 3 | Walnut, European | 570 kg/m³ |
| 4 | Ulin | 840-1140 kg/m³ |
| 5 | Pinus | 350-560 kg/m³ |
| 6 | Sonokeling | 830 kg/m³ |
| 7 | Sungkai | 530-730 kg/m³ |
| 8 | Oak | 600-900 kg/m³ |
| 9 | Meranti Merah | 580-770 kg/m³ |
| 10 | Merbau | 720-900 kg/m³ |
| 11 | Mahoni | 490-550 kg/m³ |
| 12 | Lignum Vitae | 1100-1300 kg/m³ |
| 13 | Jati | 630-900 kg/m³ |
| 14 | Keruing | 740 kg/m³ |
| 15 | Greenheart | 1000-1040 kg/m³ |
| 16 | Gaboon | 430 kg/m³ |
| 17 | Ebony | 1100-1300 kg/m³ |
| 18 | Bengkirai | 880-980-1100 kg/m³ |
| 19 | Butternut | 380 kg/m³ |
| 20 | Basswood | 300-600 kg/m³ |
| 21 | Apple | 650-850 kg/m³ |
Pengelompokan kayu berdasarkan tingkat kerasnya

Nilai density setiap jenis kayu dapat mengelompokannya menjadi beberapa bagian.
Tingkat kekerasan kayu dan moisture content (MC) merupakan dua faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan berat kayu. Kekerasan kayu di ukur dalam satuan kg/m3, dan rata-rata kekerasan kayu yang ada di alam yaitu sekitar 320-720 kg/m3.
Diantara beberapa jenis kayu dari rata-rata kekerasan kayu diatas ada dua jenis pengelompokan kayu berdasarkan tingkat kekerasannya. Yang pertama ada kayu lunak dengan nilai densitas kayu sekitar 160 kg/m3 dan kedua ada jenis kayu sangat keras dengan mencapai level kekerasan kayu 1000 lebih kg/m3.
Bagaimana nilai density kayu dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan

Gudang Parquet sebagai salah satu produsen sekaligus penyedia lantai kayu ternama di Indonesia pastinya mengutamakan kualitas dari kayu yang akan menjadi materialnya.
Selain tingkat keras kayu atau nilai densitas, ada 2 faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas produk lantai kayu kami, seperti tingkat kuat dan tingkat awet.
Baca Juga: 6 Pilihan Harga Lantai Kayu Serta Spesifikasi Kekuatan
Beberapa tingkatan tersebut sudah menjadi standar kami dalam memilih dan memilah kayu mana yang baik untuk digunakan, fokus kami adalah pada moisture content (MC), akan tetapi terkadang kami juga mengukur level kekerasan kayu (wood density) untuk memilahnya.
Semakin baik nilai densitas kayu, maka produk lantai kayu yang dihasilkan juga akan semakin berkualitas.
Manfaat menggunakan jenis kayu keras

Berdasarkan pada penjelasan sebelumnya, nilai densitas kayu dapat menjadi pertimbangan pada kualitas setiap jenis kayu.
Hal itu menjadikan kayu yang memiliki level kekerasan tinggi, dapat menjadi kayu andalan yang awet, keras, daya tahan yang baik, dan juga sangat kuat.
Dengan begitu apapun produk yang menggunakan jenis kayu keras dapat memiliki kualitas yang baik. Begitupun sebalinya, jika produk yang dibuat dari jenis kayu lunak mungkin tidak akan tahan lama ataupun mudah rusak.
Kekurangan menggunakan jenis kayu lunak

Nilai density kayu yang rendah menjadikan jenis kayu tersebut tergolong pada jenis kayu lunak. Hal itu berdampak pada kualitas yang dihasilkan.
Berbeda dengan jenis kayu keras yang bertahan lama, awet, serta kuat, jenis kayu lunak sebaliknya, kayu ini memiliki kualitas yang lebih rendah.
Namun penggunaan jenis kayu lunak tidak kalah dengan kayu keras, karena pada sisi lain kayu lunak menjadi andalan para pengrajin kayu karena kemudahan dalam mengolahnya.
***
Itulah pembahasan mengenai tingkat kekerasan kayu yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini dapat menjadi wawasan baru anda dalam dunia kayu.
Terimakasih telah membaca hingga usai dan selamat bertemu di artikel informatif lainnya!
Untuk anda yang membutuhkan informasi harga produk lantai kayu, atau ingin berkonsultasi seputar dekorasi rumah menggunakan produk kayu, hubungi kami sekarang juga disini 0811-240-377
