Istilah water popping sangatlah asing di telinga, hal itu karena tidak banyak yang menggunakan metode ini pada saat melakukan finishing lantai kayu.
Dalam artian bahasa, water popping merupaan kata yang berasalah dari bahasa inggrig yang jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia menjadi semburan atau semprotan air.
Proses semprotan air ini biasanya di lakukan pada saat selesai pengamplasan, dan sebelum mengoleskan lapisan finishing. Ketika metode semprotan air ini dilakukan dengan benar maka akan membuat tampilan finishing lantai kayu lebih merata dan kaya akan warna visual.
Namun, bagaimana dapat melakukannya dengan benar? Ada beberapa resiko yang terkait dengan metode water popping ini, jadi ada perlu memastikan bahwa yang anda lakukan itu sudah benar.
Keuntungan dari water-popping

Ilmu dibalik metode water popping ini sebetulnya mudah. Karena kayu merupakan bahan higroskopis, ia akan merespons penambahan kelembapan dengan membuka pori pada kayu.
Proses semprotan air ini menyebabkan serat kayu terbuka, dan itu memberikan lebih banyak area permukaan tempat finishing di aplikasikan.
Metode ini juga membuat tanda pengamplasan menyatu dengan sisa serat kayu, membantu mengurangi bekas bercak yang ditimbulkan oleh mesin pengamplas.

Pool Deck Kayu?
Tidak semua jenis kayu dapat menjadi decking kolam renang, berikut ini jenis kayu terbaik untuk pool deck.
Beberapa manfaat metode water popping sebelum melakukan finishing lantai kayu:
- Membuat pengaplikasian finishing lebih merata
- Membantu cat menembus kayu
- Membantu mengurangi tanda bekas pengamplasan
- Membuat warna kayu lebih timbul
Petunjuk menyemprot air pada lantai kayu (Water Popping)

Tahap awal dalam proses ini adalah memastikan bahwa Anda menggunakan air yang tidak terkontaminasi, karena air biasa dalam beberapa kasus mengandung bahan sintetis yang dapat merusak kayu. Anda juga dapat menggunakan campuran 1:1 air/alkohol yang didenaturasi untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan kayu untuk mengering.
Pastikan untuk menguji tingkat kelembaban lantai menggunakan pengukur kelembaban sebelum memulai menyemprotkan air ,sehingga Anda tahu kapan lantai benar-benar kering.
Ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk menyemprot lantai. Anda dapat mengoleskan air dengan kain bersih ataupun lap basah.
Cara termudah dan terbaik untuk menyiram air adalah dengan menggunakan kaleng penyiram untuk menuangkan tetesan air bergaris sepanjang 2 inci ke lantai, mengikuti alur serat, kemudian menggunakan alat untuk meratakan air.
Sangat penting untuk memastikan bahwa Anda menyiram air secara merata, jika tidak, Anda mungkin perlu memulai proses mengampelas lantai dan mengeluarkan air dari kayu lagi.
Ulangi proses tersebut di area terkecil sampai air telah diterapkan ke seluruh area lantai.
Baca Juga:
5 Material Lantai Outdoor Terbaik ditahun 2022
Ketika air telah di semprotkan dan diratakan di lantai, biarkan mengering di satu tempat dalam kisaran dua dan empat jam. Waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan lantai akan bergantung pada keadaan alami seperti suhu, kelembapan, dan aliran udara. Lantai akan memiliki kualitas yang kasar, bukannya halus; permukaan yang kasar menandakan bahwa lantai telah siap untuk tahap berikutnya (finishing lantai kayu).
Sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, Anda harus melihat tingkat kering di lantai, jika area tertentu halus atau lebih keras dari yang lain, itu menyatakan bahwa air tidak diterapkan cukup merata. Dengan kata lain bahwa metode water popping tidak sempurna, Anda harus mengampelas ulang lantai dan memulai proses water popping tersebut sekali lagi, jika tidak, finiahing mungkin tampak berbekas setelah Anda mengaplikasikannya.
Bahaya water popping

Meski metode water popping dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan finishing lantai kayu yang sempurna, proses tersebut juga dapat menimbulkan bahaya jika dilakukan tidak sesuai dengan cara yang kami berikan diatas.
Selama proses pengambilan sample finishing, Anda harus menyemprotkan air ke bagian kecil lantai tempat anda melakukan proses finishing. Cat akan tampak berbeda di lantai yang terkena air daripada yang tidak terkena air, jadi Anda harus mengulangi proses yang akan Anda ikuti untuk menjamin bahwa finishing tersebut telah sesuai.
Bagian lain dari bagaimana hal-hal dapat menyebabkan kesalahan pada proses tersebut. Dengan asumsi Anda menuangkan banyak air ke lantai, proses water popping dapat berakhir dengan merusak lantai dan membuat noda noda berbekas, menjadi kebalikan dari apa yang Anda tuju dengan proses water popping tersebut.
Jika anda menyemprotkan air secara tidak merata, hal tersebut juga dapat membuat noda berbekas. Itulah sebabnya mengapa sangat penting dalam proses water popping untuk memastikan bahwa pengaplikasian air telah sesuai.
Tidak membiarkan lantai benar-benar kering setelah terciprat air dan mengaplikasikan finishing juga dapat menyebabkan munculnya noda. Saat membiarkan lantai mengering, Anda perlu mempertimbangkan suhu, kelengketan, dan aliran udara di dalam ruangan.
Baca Juga:
Sebelum memasang Decking, lakukan langkah langkah ini, agar air tidak mengendap di permukaan
Lantai kayu yang basah akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengering pada musim panas yang lembab daripada di tengah musim dingin.
Anda juga harus ekstra hati-hati saat berjalan di lantai setelah terkena air, karena pada saat itu kayu akan lebih mudah membuat bekas goresan. Dengan kata lain anda tidak diperbolehkan berjalan di lantai kayu yang belum mengering setelah proses water popping.
Untuk mencegah masalah, memiliki alat pengukur kelembaban sangat penting karena memungkinkan Anda untuk menentukan tingkat kelembaban kayu.
Sebaiknya gunakan alat ini saat mengambil sample cat finishing di bagian sedikit lantai yang terkena air untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan lantai untuk kembali ke kadar kelembaban sebelumnya.
Atau anda dapat menggunakan alat tersebut untuk memastikan apakah lantai cukup kering setelah terciprat air dan layak untuk lanjut pada tahap finishing lantai kayu dan untuk memastikan bahwa tingkat kelembapan sudah sesuai pada lantai sebelum memulai pewarnaan.
